Skip to main content

Posts

Meet the Robinson

Around here, however, we don't look backwards for very long. We keep moving forward, opening up new doors and doing new things, because we're curious... and curiosity keeps leading us down new paths. Walt Disney

(Bukan) Teman Biasa

Ini pendapat subjektif ya. Manusia nggak bisa hidup sendiri, bahkan Allah mengirim Hawa untuk menemani Adam. Sampai sekarang, saya nggak bisa nggak setuju tentang pentingnya ketidaksendirian alias teman. Entah itu ditemani orang tua, teman sebaya, pasangan, anak, atau bentuk lainnya. Walaupun kebutuhan akan teman itu akan berbeda-beda tiap orang, tiap usia, tiap lingkungan. Kalau waktu remaja pertemanan itu seputar siapa lebih dekat sama siapa, siapa yang dijauhin sama siapa, siapa yang suka main bareng sama siapa. Waktu kuliah naik pangkat jadi siapa yang ada untuk siapa saat susah, siapa yang membocorkan rahasia siapa, siapa yang membantu belajar siapa. Dan ketika lulus menjadi, kapan bisa KETEMU siapa, siapa KEBETULAN ketemu siapa, siapa NYAMBUNG sama siapa. Dan kadang, meski siapa itu bisa jadi cuma satu-dua orang, tapi kenyambungan itu bisa jadi cuma satu arah (Disa, 2015). Jadi ternyata bukan cuma cinta yang bertepuk sebelah tangan, pertemanan juga bisa bertepuk sebelah t...

Diary of a Thesis - Prolog

Hati-hati membaca balada ini karena bakalan masih bersambung macam sinetron. Akhirnya saya alhamdulillah lulus dari PGDipArts dan resmi jadi mahasiswa Master of Arts. Rasanya itu kayak berhasil mendaki tebing yang curam dan akhirnya bisa menikmati pemandangan yang indah di sekitarnya (New Zealand undoubtedly beautiful, tapi sepertinya saya baru bisa nikmatin keindahannya setelah lulus PGDip ini. Jadi selama ini foto-foto saya tersenyum dengan background pemandangan indah di New Zealand sebelum lulus PGDipArts itu cuma pencitraan kebahagiaan, yang padahal di dalamnya penuh dengan ketegangan). Bukan cuma tegang, kadang ada saat-saat dimana saya merasa stuck dan pengen pulang aja ke Indonesia, buat males-malesan di rumah, hidup dengan santai tanpa tantangan. Tapi somehow pada akhirnya saya bisa bangkit mengangkat pantat untuk bergerak mulai belajar lagi. Pembelajaran di kelas sudah dilalui, dan tiba waktunya memasuki dunia penelitian kembali. Yang saya pikir, it will be soooo much easie...

Wellington, Middle of the Middle Earth (Hari 1)

Jadi ceritanya Awardee LPDP se-New Zealand pengen ketemuan. Dengan mempertimbangkan Wellington sebagai ibu kota New Zealand dan lokasinya di tengah-tengah, kamipun memilih Wellington. Sebagai informasi, per Agustus 2015 ini Awardee LPDP berjumlah 22 orang (1 di Dunedin, 3 di Christchurch, 3 di Wellington, dan 15 di Auckland). Awalnya kami berencana untuk berkumpul sekitar tanggal 17 Agustus untuk sekalian merayakan kemerdekaan di KBRI Wellington, namun apa daya kebanyakan dari kita tidak bisa meliburkan diri di tanggal segitu. Jadilah 1 Agustus dipilih sebagai waktu yang dirasa tepat (enaknya pakai Bahasa Indonesia begini, bisa dipanjang-panjangin, hehe). Karena perbedaan jadwal kuliah, terdapat beberapa kloter kedatangan-yang akan diceritakan seiring dengan kegiatan berikut.

Semester Terakhir di Postgraduate Diploma

Sebelumnya saya mau cerita soal skema studi yang harus saya lalui di Auckland Uni ini. Jadi studi master dengan total 2 tahun itu terdiri dari 1 tahun Postgraduate Diploma (PGDip) yang terdiri dari perkuliahan di kelas dan 1 tahun Master dengan penelitiannya. Jika nilai PGDip mencukupi, barulah saya diizinkan untuk lanjut ke Master. Alhamdulillah, meskipun dengan perasaan tegang sepanjang waktu karena di semester lalu nilai saya sedikit kurang memenuhi syarat, akhirnya di semester ini hasilnya lebih baik dan sayapun masih diberi kesempatan untuk melanjutkan Master. Berdasarkan pengalaman belajar semester sebelumnya, saya jadi lebih berhati-hati dalam memilih mata kuliah yang akan diambil di semester kedua ini. Kriteria yang saya pertimbangkan diantaranya:

Postgraduate Life: The Study (First Semester)

Before I share my memories for the last four months, I want to express my disappointment and embarrassment feeling since I cannot update my blog too often (or even never!). It is like I wasted my paid domain even though the fee is quite affordable. As you know, I’ve been accepted as Postgraduate student at the University of Auckland, New Zealand at July 2014. And since then, I am officially become super busy again, even more busy than my two undergraduate experience! To analogize, I feel like Olaf (a snowman in the Frozen movie) admiring summer. I (Olaf) really love to and want to go study abroad (enter the summer), without knowing that ‘abroad’ thing could melted you down and destroy you (just like the ice melted by the heat of the sun). And you need your personal (snow) flurry to be survived, or on the other words, I need to create my own world inside this estrange world so I won’t get too shocked easily. It is indeed a hard thing to do, since creating comfortable zone in the war are...