Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Pemikiran

Alice Through the Looking Glass from my eyes

Seri film Alice in Wonderland kayak punya magnet tersendiri buat saya. Meskipun ilustrasi-ilustrasi tokohnya di film lebih banyak mengerikan ketimbang imut layaknya cerita fantasi anak-anak, tapi saya nggak bisa berhenti untuk mengikuti ceritanya. Setelah sekian lama menunda untuk menonton film ini, akhirnya selesai nonton barusan (ditambah ngelihat status Path-nya Disa Zita yang nonton ini juga kemarin, jadi keingetan pengen nonton, hihi). Sinopsis ceritanya mungkin sudah bisa atau akan segera bisa dilihat setidaknya di Wikipedia. Saya cuma mau menggarisbawahi hal-hal yang saya terima, rasakan, dan maknakan setelah menonton film ini. Pertama, adegan dimana Alice memiringkan kapalnya saat melewati laut dangkal sementara dikejar bajak laut untuk menunjukkan bahwa bahkan hal yang tidak mungkin pun akan dapat kita lakukan, selama kita yakin. Tambahan: dan memang nggak ada jalan lain selain dengan melakukan hal yang tidak mungkin itu. Ini juga sebenarnya cuma parafrase dari percakap...

(Bukan) Teman Biasa

Ini pendapat subjektif ya. Manusia nggak bisa hidup sendiri, bahkan Allah mengirim Hawa untuk menemani Adam. Sampai sekarang, saya nggak bisa nggak setuju tentang pentingnya ketidaksendirian alias teman. Entah itu ditemani orang tua, teman sebaya, pasangan, anak, atau bentuk lainnya. Walaupun kebutuhan akan teman itu akan berbeda-beda tiap orang, tiap usia, tiap lingkungan. Kalau waktu remaja pertemanan itu seputar siapa lebih dekat sama siapa, siapa yang dijauhin sama siapa, siapa yang suka main bareng sama siapa. Waktu kuliah naik pangkat jadi siapa yang ada untuk siapa saat susah, siapa yang membocorkan rahasia siapa, siapa yang membantu belajar siapa. Dan ketika lulus menjadi, kapan bisa KETEMU siapa, siapa KEBETULAN ketemu siapa, siapa NYAMBUNG sama siapa. Dan kadang, meski siapa itu bisa jadi cuma satu-dua orang, tapi kenyambungan itu bisa jadi cuma satu arah (Disa, 2015). Jadi ternyata bukan cuma cinta yang bertepuk sebelah tangan, pertemanan juga bisa bertepuk sebelah t...

To Educate and Educated By

Sebelumnya saya mau cerita satu kejadian yang bikin saya malu sekaligus senang saat praktikum Psikodiagnostika I. Ketika roleplay awal tentang pengisian riwayat hidup, saya belum mempersiapkan contoh untuk masing-masing bagian yang harus diisi di dalamnya, seperti sekolah, pekerjaan, hobby, dan lain-lain. Jadilah saya mengimprovisasi contoh-contoh tersebut, sampai pada Hobby, “Isilah bagian ini dengan kegiatan anda sukai dan dilakukan secara rutin, contohnya MENGERJAKAN TUGAS.” Aku terhenti ketika pembimbingku, waktu itu kang Ruhyat, dan teman-teman satu kelompok seolah menahan senyum, dan kemudian aku sadar, mengerjakan tugas itu bukan sesuatu yang normal untuk disukai. Dan improvisasi refleks itupun dibahas kang Uya saat feedback. Saya merasa malu, tentu. Tapi sebenarnya saya juga merasa senang karena akhirnya saya menemukan passion saya. Bukan hanya pada sekedar mengerjakan tugas tentunya, tetapi pada proses belajar itu sendiri. Jantung saya berdebar kencang saat terlibat ke...

Dedicated to Anak Jalanan

Bertemu dengan anak jalanan di berbagai tempat umum saat ini seolah sudah lumrah terjadi. Ada beberapa diantara mereka yang memang masih bersekolah, tetapi banyak juga yang putus sekolah. Kehidupan di jalanan sudah pasti tidak layak dan sangat keras. Kemiskinan yang menjerat dan pendidikan yang minim membuat anak jalanan memiliki mental dan fisik melebihi kapasitas mereka sebagai anak-anak. Ada juga beberapa di antara anak jalanan yang pergi ke jalan disebabkan oleh kondisi keluarganya yang bermasalah (broken home) sehingga mereka tidak betah di rumah. Terbiasa kelelahan, merasakan sulitnya menghasilkan uang, bertemu dengan orang-orang yang mengancam keselamatan, hingga menyaksikan kejadian buruk selama di jalanan. Masa usia mereka adalah masa-masa dimana individu mengalami transisi dari anak-anak menuju dewasa, melakukan pencarian identitas, dan melalui berbagai perubahan fisik maupun psikis. Masa ini pula merupakan masa munculnya perbuatan yang mencakup hukum, obat-obatan, dan s...

Hanya Allah

Saat orang merasakan keburukan kita, mereka akan sulit melupakan dan ‘mencap’ kita seperti itu. Saat kita berubah lebih baik, mereka belum tentu peduli dan ingatan tentang keburukan kita masih terpatri. Hanya Allah yang Mengampuni dan Melihat kita (makhlukNya) atas apa yang kita lakukan saat ini, bukan karena masa lalunya. Dan hanya Allah yang berhak Membalas perbuatan kita, melalui apapun atau siapapun. Dan hanya Allah yang benar-benar Menemani saat kita mengingatNya. Sedang manusia tdk berdaya saat manusia lain mengingatnya. Dan hanya Allah yang Menolong, saat kita mohon pertolongan padaNya. Sedang manusia diliputi keterbatasan dalam menolong sesamanya. Dan hanya Allah yang balas Mencintai, saat kita mencintaiNya. Sedang manusia punya istilah 'cinta bertepuk sebelah tangan’ (karena memaknakan cinta itu pok ame-ame). Dan hanya Allah yang Memberi saat kita meminta. Sedang manusia terkadang lebih suka menerima.

Al-Qur'an's vs (or) cs Agnes Monica's View About Youth

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kalian jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kalian berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya telah sampai pada usia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”, janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isra` : 23-24) showbiz.liputan6.com Aku dengar ada yang bicara Papa mama ku punya cita-cita Dia baru berusia lima Tapi semangatnya sungguh sempurna

Buat Apa Shalat Dhuha?

There's some reasons why we need to do Shalat Dhuha everyday: id.wikipedia.org   1 “Abu Hurairah r.a. menceritakan, ‘Kekasihku Rasulullah Saw. memberi wasiat kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah kutinggalkan hingga meninggal dunia: shaum tiga hari dalam sebulan, dua rakaat shalat Dhuha , dan hanya tidur setelah melakukan shalat Witir” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Tunjukkan Otakmu bukan Ototmu

This notes made saat aku menonton berita tentang berbagai umat Islam di dunia mengungkapkan kemarahannya terhadap film "Innocent of Muslims". (Alhamdulillah TV Tuner-nya udah nyala, jadi aku bisa nonton TV, hehe) Kembali ke berita tadi, keningku berkerut dan tiba-tiba cerita tentang Abdul Muththalib muncul dalam ingatanku. Saat pasukan gajah Abrahah datang ke Mekkah untuk menyerang Ka'bah, ia juga merampas 200 unta milik Abdul Muththalib. Kemudian apa yang dilakukan kakek Rasulullah SAW ini? Beliau mendatangi Abrahah dan meminta untanya dikembalikan. Hal ini membuat Abrahah keheranan, "Kenapa kau menanyakan untamu yang hanya 200 ekor itu? Apa tidak sebaiknya kamu tanyakan tentang maksud kedatanganku disini, yang hendak menghancurkan Ka'bah, yang sudah berabad-abad disucikan oleh agamamu dan nenek moyangmu?" Abdul Muthalib menjawab, "Aku ini adalah orang yang mempunyai unta, adapun Ka'bah itu sudah ada yang mempunyai yaitu Tuhan (Allah), termasuk ...

Beautiful Places #3

GH Universal Studios! Oops, salah, I mean Hotel not Studio. Hohoho. This is my dream wedding place *_*. Arsitekturnya bergaya Renaissance-udah kayak istana di Eropa sana. Jadi inget ama Westminster Abbey-nya Prince William ama Kate Middleton. Hehe. This is the view at night : Pas googling, sempet liat hotel ini mau dijual 300 milyar. Hotel yang sekarang itu udah ada yang beli atau masih dalam status dijual ya? Hmm. Kita coba masuk ke dalem 'istana' ini yuk...  

am I a good friend?

I can't completely understand what happened today. Maybe it's just my personal feeling. Sahabat saya menangis, dan saya hanya bisa terus mengikutinya tanpa suara. Sesenggukan, dan hening. I try to ask and care for her, really. But I think that's not enough. Banyak imajinasi muncul dalam pikiran saya. But the point is, mungkin saya terlalu terfokus pada bagaimana dia harus cerita dan berbagi sama saya, BUKAN pada apa yang dia alami sebenarnya. So, until this time I'm still a selfish person! Right? And then she go, with destination nowhere. And I'm just thinking that she chose her other bestfriend to share with! Still selfish, az. And unexpectedly, tiba-tiba dia datang ke rumah sahabat yang lain. Still silent. I just wondering, Why she chose to go there? Why she crying without sharing anything? What happen to her? Why she didn't come to me? STILL, selfish.

Menjadi Konsultan Kehidupan

Untuk sekedar jadi tempat curhat orang-orang di sekitar kita tidak dibutuhkan titel psikolog. Semua orang yang punya bakat terpendam sebagai konsultan kehidupan, bisa menjadi psikolog amatir yang membantu orang di sekitarnya. Kata salah satu dosen Observasi az, Pak Irfan Fahmi, modal yang kita butuhkan HANYA ngomong, nulis , dan mendengar. Inspired by kata-kata Pak Irfan tadi siang itu, az coba ngembangin konsepnya: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiObrlcPSA32rJcr-O2_NPzhq0D9UyRVNGS5NLcIF2LTQjeqUHtsKWFHpkBbHf77cczHNtI6sNNyiv8c79vuWNyIPvHKRGoeka9r53YCX4woZmPUAsD7xwsvH43SAGQWezWCJgMvu9OUOU/s1600/talk_to_me.gif Bicara

Undang-Undang Persahabatan

Pasal 1 http://www.google.com/ ( forget the identific source ) Mengenal Mengenal dan memahami lebih dekat kepribadian sahabat Menerima sahabat apa adanya Membiasakan diri dengan kebiasaan sahabat Pasal 2

Download Komik

Saya pengunjung setia onemanga , tetapi saat ada kabar kalo web itu akan segera RIP karena ga boleh nampilin komik gratis. Saya segera kebingungan dan konsultasi ke Mbah Google . Saya mendapatkan web manga gratisan yang bisa mendownload lebih praktis, karena sekali download untuk 1 volume. Saya mewakili pecinta One Piece yang lain sangat berterima kasih. Saya bukannya mendukung gratisan, karena saat saya punya dokunya juga saya koleksi tuh komiknya. Tapi kalo kepepet dan penasaran saya ga bisa dibendung lagi, apamau dikata.. :-) Website yang baik hati ini yaitu Manga Traders . Tapi sebelumnya kita harus mendaftar dulu dengan klik disini . Hidup Komik dan Manga!!!

Escape-nya Carolyn Jessop

Satu hari sebelum pemilihan dekan, ada bazaar buku di depan aula. Az n fera nyamperin ke sana, dan ada Pak Mursidin juga lagi liat-liat. Az tengok-tengok, and I saw this novel . Langsung az baca sinopsis di cover belakangnya. Taraa.. cukup menarik n’ menyentil sisi kebimbangan az tentang poligami. Direkomendasikan ke Pak Mursidin untuk disumbangkan ke Perpustakaan Psikologi, then beliau langsung ngeluarin uang buat ngebayarnya.. Alhamdulillah. Jazakalloh Pak. Az langsung daftar jadi anggota perpus (yang dari dulu belum terealisasi), trus minjem buku ini pertama kali. ( Congrats Carolyn, buku Anda adalah buku pertama yang saya pinjam di Perpustakaan Psikologi! :-P) This novel is really ... ajaib. Kisah nyata Carolyn yang merupakan anggota Fundamentalist Church of Latter Day , sekte yang berpaling dari Gereja Mormon. Di FLDS yang menjunjung tinggi pernikahan poligami, Carolyn juga ikut bermain kehidupan disini. Di usia 18 tahun, dia menikah dengan Merril Jessop, tokoh...

Filosofi Pensil

Pensil itu... digerakkan oleh tangan kalo patah dan diraut, rasanya sakit, tapi itu demi bisa tajam dan digunakan lagi kalo salah tulis, bisa dhapus bagian terpenting adalah bagian dalamnya (arangnya) selalu meninggalkan tanda/goresan dan manusia.. digerakkan oleh tangan Allah saat sedih, rasanya sakit, tapi bisa bangkit lagi bila melakukan kesalahan, bisa diperbaiki, dan bertaubat bagian terpenting adalah bagian dalamnya (hatinya) segala yang dilakukan bisa meninggalkan kesan baik ataupun buruk! semoga kita bisa menjadi pensil-pensil yang baik,,,