Skip to main content

Posts

My First Scientific Performance

Jadi gini, sejak kecil saya sudah tergila-gila dengan go international , sok-sok ikutan pameran pendidikan luar negeri lah, dengerin lagu-lagu bahasa Inggris lah, bikin foto gedung-gedung universitas top dunia jadi wallpaper komputer lah, dan lain sebagainya. Dan ini berlanjut sampai saya kuliah, begitu skripsi psikologi saya selesai, abstraknya saya terjemahkan ke dalam bahasa Inggris (dengan koreksian dari Fauzan dan Noey , thanks guys!) dan saya kirimkan ke beberapa konferensi internasional (tanpa memikirkan darimana biayanya ataupun bagaimana saya akan mempresentasikannya). Ternyata abstrak saya itu diterima di ISEPSS (International Symposium on Education, Psychology, and Social Sciences) di Malaysia. Tetapi biayanya tinggi sekali dan meskipun saya berhasil mendapat sumbangan dan pinjaman untuk pendaftarannya, tapi ternyata dengan berbagai halangan akhirnya saya tidak jadi mendaftar ke symposium itu. Kemudian datanglah email dari ICP HESOS (International Conference on Psycholo...

It is (Not) the Beginning - Pembibitan Alumni PTAI 2013

Cerita ini dimulai sejak pelepasan alumni yang diadakan fakultas psikologi. Saat itu dekan mengumumkan bahwa ada peluang beasiswa ke luar negeri yang diprioritaskan untuk lulusan terbaik. Alhamdulillah untuk gelombang wisuda kali ini, saya menjadi lulusan terbaik dan tercepat. Seusai pelepasan, saya bergegas menghampiri Pak Agus-wakil dekan I (yang sudah mau masuk mobil), untuk bertanya lebih lanjut mengenai beasiswa tersebut. Beliau menjelaskan bahwa syarat lain yang harus saya penuhi adalah nilai TOEFL yang cukup, dan untuk pengumuman lebih detailnya, suratnya sedang difotokopi oleh Neyna-salah satu sahabat saya, jadi katanya nanti saya tinggal minta ke dia. Okay. Dan mulailah saya mencari-cari kursus TOEFL MURAH (yang sama sekali nggak mungkin murah) kemana-mana. Tapi kemudian saya memutuskan belajar sendiri dengan mengerjakan latihan di buku TOEFL (buku yang saya rekomendasikan untuk TOEFL ITP adalah “An Easy Way To Answer TOEFL” karya Otong Setiawan Djuharie). Saya juga mul...

About Me

Technurlogy is an alias made by Nur'aini Azizah, meaning technology of nur. Technology, according to Wikipedia, is "the making, modification, usage, and knowledge of tools , machines , techniques, crafts , systems , and methods of organization, in order to solve a problem, improve a pre-existing solution to a problem, achieve a goal, handle an applied input/output relation or perform a specific function". While "nur" (Arabic language), not only defines as light, but also symbolizes the name of Nur'aini Azizah herself. Thus, technurlogy is the making, modification, usage, and knowledge of Nur'aini Azizah, in order to solve problems and achieve particular goals.

Menuju Wisuda

Mengingat saya beberapa kali bolak-balik kampus untuk mengurusi keperluan revisi dan wisuda, kali ini saya akan menceritakan apa saja yang harus dilalui oleh calon alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung, khususnya Fakultas Psikologi. Semoga dengan begitu, rekan-rekan serta adik-adik saya bisa lebih memanfaatkan waktu secara produktif :). Atau mungkin sebenarnya prosedur ini sudah ada di BUKU PANDUAN skripsi, tapi kebetulan saya kehilangan bukunya. Hehehe. SKRIPSI THINGS 1. Revisi pasca sidang La haula wala quwwata ila billah. Kalo bisa revisian kerjakan secepat kita bisa, semakin ditunda, semakin nggak selesai-selesai. 2. Setor revisi ke penguji I dan II Kalau masih ada revisi lagi langsung kerjakan. 3. Minta tanda tangan ke Ketua Majlis Sidang (Dekan) dan Sekretaris (PD III). 4. Hard cover skripsi revisian yang sudah ditanda tangani lengkap dan buat rangkap untuk: kita sendiri, perpustakaan pusat, perpustakaan fakultas, dan dua pembimbing kita (kalau dimint...

Dedicated to Anak Jalanan

Bertemu dengan anak jalanan di berbagai tempat umum saat ini seolah sudah lumrah terjadi. Ada beberapa diantara mereka yang memang masih bersekolah, tetapi banyak juga yang putus sekolah. Kehidupan di jalanan sudah pasti tidak layak dan sangat keras. Kemiskinan yang menjerat dan pendidikan yang minim membuat anak jalanan memiliki mental dan fisik melebihi kapasitas mereka sebagai anak-anak. Ada juga beberapa di antara anak jalanan yang pergi ke jalan disebabkan oleh kondisi keluarganya yang bermasalah (broken home) sehingga mereka tidak betah di rumah. Terbiasa kelelahan, merasakan sulitnya menghasilkan uang, bertemu dengan orang-orang yang mengancam keselamatan, hingga menyaksikan kejadian buruk selama di jalanan. Masa usia mereka adalah masa-masa dimana individu mengalami transisi dari anak-anak menuju dewasa, melakukan pencarian identitas, dan melalui berbagai perubahan fisik maupun psikis. Masa ini pula merupakan masa munculnya perbuatan yang mencakup hukum, obat-obatan, dan s...

Namaku Rudi, Catat Neng!

Di pintu auditorium kulihat sosok yang tak asing, laki-laki tua yang mengaku sebagai ayahku tapi tak pernah kurasakan ke’ayah’annya. Tapi aku harus tetap menghampiri orang itu, mencium tangannya, dan memperlihatkan diriku yang memakai toga. Dia hanya menepu-nepuk pundakku tanpa ekspresi. Jadi aku kuliah selama 3 tahun ini hanya untuk mendapat tepukan pundakkah? Apa lagi yang harus kulakukan untuk mendapatkan ayah yang sebenarnya? Ataukah aku susul ibu saja ke surga? *** Dan disinilah aku pada akhirnya, mendekam di rumah layaknya narapidana padahal tak ada yang menahanku. Aku hanya merasa tak bisa pergi. Setelah Siska memutuskanku tanpa sebab 5 tahun yang lalu, aku merasakan sakit yang dalam sepanjang waktu, kehilangan sosok wanita yang paling kucintai untuk kedua kalinya. Tapi aku punya cara untuk melupakan Siska, aku merasakan kenikmatan terbesar saat membayangkan tangan Siska menyentuh kemaluanku. Tapi akupun merasa bersalah, karena aku tahu itu buruk dalam agama. Aku rajin ...

Hanya Allah

Saat orang merasakan keburukan kita, mereka akan sulit melupakan dan ‘mencap’ kita seperti itu. Saat kita berubah lebih baik, mereka belum tentu peduli dan ingatan tentang keburukan kita masih terpatri. Hanya Allah yang Mengampuni dan Melihat kita (makhlukNya) atas apa yang kita lakukan saat ini, bukan karena masa lalunya. Dan hanya Allah yang berhak Membalas perbuatan kita, melalui apapun atau siapapun. Dan hanya Allah yang benar-benar Menemani saat kita mengingatNya. Sedang manusia tdk berdaya saat manusia lain mengingatnya. Dan hanya Allah yang Menolong, saat kita mohon pertolongan padaNya. Sedang manusia diliputi keterbatasan dalam menolong sesamanya. Dan hanya Allah yang balas Mencintai, saat kita mencintaiNya. Sedang manusia punya istilah 'cinta bertepuk sebelah tangan’ (karena memaknakan cinta itu pok ame-ame). Dan hanya Allah yang Memberi saat kita meminta. Sedang manusia terkadang lebih suka menerima.